Blogger Widgets

Senin, 01 Mei 2017

Sebegitu buramnya kah potret pendidikan Indonesia..?


Perguruan tinggi adalah sarana untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih baik dan memberikan ruang untuk memperbanyak ilmu pengetahuan, memperdalam disiplin ilmu sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing dengan biaya yang terjangkau. Namun apa yang berlaku hari ini di seluruh wilayah negeri kepulauan terbesar di dunia ini, seperti itukah realita yang disuguhkan atau bahkan jauh lebih baik dari apa yang pernah dibayangkan sebelumnya atau mungkinkah juga masih standar atau bahkan juga bisa memungkinkan sangat jauh dari apa yang diidamkan selama ini. Melalui tulisan ini sedikit bisa memberikan gambaran betapa indahnya dunia pendidikan di  Indonesia dari masa ke masa. Berdasarkan hasil analisa Kemendikbud 16 Oktober 2012, angka partisipasi kasar (APK) Perguruan Tinggi di Indonesia sekitar 18,5%-25%.
Artinya jumlah pemuda masa kuliah kisaran 25 juta jiwa sebuah angka yang cukup  besar untuk menjadi intelektual muda negeri ini, namun ironinya hanya sekitar 4 juta jiwa yang memiliki kesempatan untuk kuliah. Pertanyaannya mengapa hanya sekitar 16% yang memiliki kesempatan itu..? bukankah kesempatan untuk belajar dan mengasah diri menjadi lebih baik melalui jenjang perguruan tinggi terbuka untuk siapa saja…? Hal itu dipengaruhi oleh karena biaya perguruan tinggi yang begitu mahal. Uang Kuliah Tunggal (UKT) persemester yang harus dibayar oleh mahasiswa jauh dari kata terjangkau. Contohnya saja, mahasiswa Unair  harus membayar UKT hingga mencapai 25 juta persemester, UI 7,5 juta persemester, UGM hingga 14,5 juta, ITS 7,5 juta bahkan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) harus membayar hingga 43 juta untuk bisa tetap melanjutkan masa studinya di kampus tersebut, sekarang berbagai pertanyaan kemudian bermunculan, apa dampak yang akan ditimbulkna dari hal ini…?
Akibatnya ada 5 mahasiswa/(i) UB yang berencana menjual ginjalnya untuk membayar SPP yang terlalu mahal (antaranews.com 20/08/2013). Tidak hanya itu bahkan di Surabaya seorang warga Benowo nekat menjadi mucikari untuk membayar biaya SPP kuliahnya (16/04/2011). Pertanyaan selanjutnya yang muncul. seperti itukah tujuan dari pendidikan..? bukankah tujuan dari pendidikan yang sebenarnya adalah membentuk insan yang berkarakter. Karakter yang seperti itukah yang selama ini di cetak  dari sistem pendidikan tinggi..? kekejaman dari penerapan system pendidikan ini tak berhenti hanya sampai disitu, bahkan seorang mahasiswi di Medan nekat gantung diri karena menunggak pembayaran biaya kuliah (vivanews.com 28/02/2013). Sementara itu hasil lulusan pendidikan tinggi mahal ini agaknya jauh dari kata berkualitas, lebih dari 7 juta orang di Indonesia pengangguran terbuka, sekitar 12% merupakan lulusan perguruan tinggi  (survei PKBI Kaltim 2011). Sekitar 25% pelajar SMP, siswa SMA, dan mahasiswa(i) di ibukota Kaltim mengaku pernah berhubungan intim lalu bagaimana dengan Indonesia, Politani pangkep kabarnya bagaimana dengan hal ini masihkah berada di zona aman..?
Tawuran antar sesama mahasiswa seolah menjadi suatu hal yang lumrah. Jumlah pejabat korup Indonesia menempati urutan ke-2 di dunia (Biro Pelaksanaan Kejagung, Mei 2013) merupakan urutan yang fantastis, mengapa demikian..? karena dapat mengalahkan dari sekian ratus negara yang ada di dunia ini, Indonesia menempati runner up namun dalam hal perbuatan bejat bin serakah, sedangkan mereka merupakan produk pendidikan tinggi, bukankah pendidikan tinggi adalah pencetak para intelektual? yang merupakan harapan dan masa depan bangsa, lalu apa  yang kurang tepat dengan semua ini? haruskah kita terus diam dan meratapi kemalangan nasib negeri ini?
#revisi sistem tegas penerapan….
Apa Yang Salah Denganku..?

Kala itu kau dan aku hampir saja dipertemukan dalam segala keterbatasan dan perbedaan yang menyelimuti, aku dalam menghadapi kenyataan itu begitu bersikap terbuka terhadap segala hal yang mungkin saja terjadi bahkan sesuatu yang tak diharapkan akupun siap untuk menerimanya. Tepat pukul tiga belas lewat sepuluh menit waktu Indonesia bagian tengah pertengahan bulan april akhirnya kita dipertemukan disuatu lokasi tak jauh dari perbatasan antar kedua kota akhirnya pertemuan itupun berlangsung cukup alot. Namun dalam pertemuan yang tak direncanakan itu kau menjemputku dengan sikap yang tak menunjukkan keramahan, padahal yang kuharap pada saat itu kita berjumpa ibarat kaum Ansar dan Muhajirin dikala proses hijrahnya dari Makkah ke Madinah.
Namun yang terngiang dibenakku hingga hari ini adalah betapa berbedanya kita dengan para pendahulu kita yang begitu teguh dalam memperjuangkan islam rahmatan lil alamin keseantero pelosok negeri  di alam semesta ini sekalipun jiwa raga mereka menjadi taruhannya, sanggupkah kita mengikuti jejak mereka…? sedikit mengurai kembali pertemuan kita kala itu, bahkan dalam jumpa itu dengan segala kekuatan yang kau miliki ditambah dengan beberapa puluh personil berseragam lengkap dengan alat pengamanannya yang seolah-olah aku adalah sesuatu yang sangat membahayakan bagi negeri ini, pertanyaannya sekarang adalah adakah kemungkaran yang pernah kuperbuat hingga mencederai harkat  dan martabat bangsa ini…?
Jika sekiranya memang ada kemungkaran yang pernah kuperbuat tolong ingatkan agar aku dapat berbenah diri sedini mungkin, namun jika hal itu tak pernah kulakukan lantas alasan apa  yang membuatmu begitu membenciku padahal aku adalah  bagian dari identitas kalian yang pernah berjaya mengibarkan bendera kejayaan dibenua biru selama kurang  lebih delapan abad berlalu tepatnya dibumi Andalusia Spanyol (97 H-898 H/711 M-1492 M) dan penaklukan Konstantinopel (1453 M) sekarang kota Istanbul Turkey. Bendera kejayaan itu kukibarkan dibawah naungan khilafah yang sampai hari ini belum bisa kau terima dengan hati terbuka . Lalu bagaimana dengan Demos dan Kratein yang kalian anut dan pertahankan hingga hari ini, masihkah memberikan seribu macam bukti dari janji palsu yang diumbar diruang public dikala panasnya suhu perputaran politik berlangsung….?


Namun disaat suhunya mulai bersahabat masih ingatkah mereka dengan janji yang mereka ucapkan ataukah kita yang terlena dengan zona nyaman ditengah carut marutnya negeri ini…? kita adalah merupakan para  korbannya, sadarkah kita tentang hal itu…? Lantas apa yang menyebabkan sehingga hal itu bisa terjadi hingga berulang kali…? jawabannya adalah kita kembali melirik sistem yang diterapkan negeri ini masihkah menjamin stabilitas kehidupan berbangsa yang sampai hari ini masih terlukai oleh oknum tertentu yang menjunjung tinggi faham, oleh rakyat dari rakyat dan untuk rakyat, itukah yang  berlaku hari ini…? fakta yang terjadi oleh MEREKA dari MEREKA dan untuk MEREKA relistis…!
Saudaraku yang seaqidah pastilah faham dan sepakat bahwa Islam itu damai, toleransi dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Rasulullah SAW diawal dakwahnya berjuang  memperkenalkan Islam pada masyarakat Makkah dan Madinah selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, penuh dengan rintangan dan tantangan bahkan bercucuran keringat darah hingga kita dapat merasakan nikmatnya risalah yang dibawa oleh beliau sampai pada hari ini, sudah merasa pantaskah kita mengingkari perjuangan beliau…? terakhir….Untuk membuktikan bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin maka  mutlak  hukumnya menerapkan sistem Islam, Insha Allah janji Allah itu pasti dan sebagai orang yang mengimaninya yaqin akan hal itu.

memetik buah dikebun tetangga itu tak dianjurkan
memetik buah dan menikmatinya dikebun sendiri itu sangat dianjurkan, halal hukumnya bahkan bernilai ibadah jika berkahnya diserahkan kepada Allah SWT.

                                                                                                            By: Agus Risman_42
Ironinya Bhinneka Tunggal Ika
Akhir-akhir ini desas-desus tentang penolakan organisasi gerakan islam yang lebih dikenal dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sedang ramai dibicarakan dan menjadi topik hangat yang paling pas untuk dibincangkan bersama dengan secangkir kopi hitam disore senja ditemani dengan warna jingganya yang menggoda (mari berdiskusi sambil menikmati seduhan kopi hangat). Menjadi bahan diskusi yang perlu untuk dikaji secara bersama untuk mencari kesamaan dalam perbedaan, perbedaan memang bukanlah suatu hal yang perlu untuk ditolak namun merupakan cara terbaik untuk disandingkan, bukankah kita memang diciptakan dalam perbedaan….? bersuku-suku, berbangsa-bangsa tiada lain dengan tujuan untuk saling mengenal, saling melengkapi agar terjadi harmonisasi hubungan diantara kita .
Namun dewasa ini perbedaan  tidaklah seperti apa yang menjadi tujuan sebenarnya, pada hari ini realita yang terjadi perbedaan adalah sumber masalah perpecahan antar sesama apalagi jika memang sudah berbeda. Dalam menanggapi isu-isu yang berkembang perlu pemahaman yang mendalam baik mengenai konsep organisasi yang pola orientasinya gerakan islam itu sendiri ataupun penolakan dengan ideologi yang coba untuk diterapkan di persada bumi ibu pertiwi ini. Bersama membangun negeri menuju masyarakat yang madani adalah tujuan kita bersama demi tercapainya kesejahteraan umum, kecerdasan generasi dalam kehidupan berbangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia itulah makna yang tersirat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-empat dan sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya, hal itu tidak akan mungkin tercapai tanpa adanya simpul-simpul persatuan diantara kita, menjadi bahan renungan untuk bersama kita intropeksi diri, benar salah itulah penafsiran yang terjadi saat ini yang berdasar kepada pemahaman kita masing-masing.
Mengklaim kebenaran berada dipihak masing-masing memang sesuatu yang tak mustahil namun berlapang dada untuk tetap menerima faham seseorang itulah yang tak mudah untuk diterapkan bahkan terkadang mengerucut dan berujung pada perpecahan bahkan konflik berdarah dan semua pihak saya rasa tak satupun mengharapkan hal itu sampai terjadi cukuplah yang telah berlalu menjadi bahan pembelajaran untuk kita semua, hikmah dibaliknya  semoga terpetik oleh sang pengamat.
Akhir kata semoga kita semua tetap dalam lindungan-Nya dan tentunya baik-baik saja dalam segala hal yang membedakan kita, jalan kita boleh berbeda namun visi kita besar harapan semuanya sama, ibarat air dan sirup dua hal yang berbeda namun memiliki satu visi yang sama yaitu memberi kenikmatan bagi penikmatnya. Mengapa tidak hal ini coba kita terapkan dalam hidup yang pada dasarnya satu naungan bangsa yang penuh perbedaan dengan segala kelebihan yang dimilikinya.
salam sejahtera untuk kita semua terlebih kepada pembaca yang budiman


                                                                                                Posted By: Agus Risman_42

Minggu, 07 Desember 2014

Motivasi by Rhizmall




“Ketika kehidupan memberi Seribu alasan untuk menangis,Tunjukkan bahwa kita mempunyai Sejuta alasan untuk tetap Tersenyum.Nikmati setiap detik waktu dan akhiri KELELAHAN dalam menghadapi sesuatu dengan KEIKHLASAN .Ketika hati kita tidak tenang,maka lakukanlah apa yang bisa membuat hati orang lain mnjadi tenang.Karena indahnya hidup bukan dilihat dari berapa banyak orang yang mengenal kita,namun berapa banyak orang yang BAHAGIA/SENANG  karena keberadaan kita disekelilingnya”

Puisiku by Rhizmall

“Kerinduanku Padamu Tuhan”

Disetiap hembusan nafasku
Engkau selalu terlupadan tak teringat olehku
Dan jika kumengalami sebuah kesulitan
Tiada lain dan tiada bukan
Selain kembali dan mengadu kepada-MU

Karena kutahu tiada tempat yang paling pantas
Aku mengadu selain dari pada-MU
Engkaulah satu-satunya yang dapat
Mengetahui segala keluh kesahku
Saat ini aku sangat merindukan kehadiran diri-MU

Walaupun begitu namun kuyakin
Engkau selalu ada disetiap langkahku
Karena Engkau dekat tak tersentuh jauh namu tak berjarak