Blogger Widgets

Selasa, 12 Maret 2019

MENOLAK LUPA!!!

Astaghfirullah,

Densus 88 menculik Siyono usai mengimami shalat di Masjid di Dusun Pogung, Desa Brengkungan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada 8 Maret 2016, dengan status terduga teroris.

Saat ditangkap pria yang dikenal sebagai imam masjid itu dalam kondisi sehat. Namun, selang beberapa hari dia dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa penuh luka dan lebam.

Penculikan Siyono diikuti penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian di rumah Siyono, Kamis (10/03/2018). Sejumlah polisi bersenjata laras panjang menggerudug rumah Siyono, yang kala itu digunakan sebagai kelas darurat siswa siswi TK Amanah Ummah yang tempat belajarnya tengah direnovasi. Anak-anak TK menangis histeris, walimurid pun tak bisa menyembunyikan ketakutan mereka.

Komnas HAM bersama PP Muhammadiyah dan elemen sipil lainnya melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian Siyono.

Sebulan berselang, hasil autopsi dibeberkan Komnas HAM bersama Persatuan Dokter Forensik Indonesia dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/04/2016)

Hasil autopsi jenazah Siyono mengungkap sebagaimana pengutaraan Komisioner Komnas HAM Siane Indriani, "Terdapat patah tulang iga sebanyak 5 buah ke arah dalam dan patah tulang dada ke arah jantung. Hal inilah yang menyebabkan kematian. Hasil otopsi juga menunjukkan tidak adanya bukti-bukti perlawanan oleh almarhum”

Tim forensik juga menemukan luka ketokan di kepala, tapi hal itu tidak menyebabkan perdarahan atau kematian.

Suratmi, istri almarhum, ketika mencari keberadaan suaminya ke Jakarta diberitahukan polisi bahwa Siyono wafat dan ia diberikan 2 (dua) ampop besar berisi uang puluhan juta, yang belakangan ia serahkan ke PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Suratmi menyebut di awal kepergian suaminya, anak-anaknya sempat diliputi trauma hingga muncul ketakutan ketika bertemu dengan polisi.

Tak hanya itu, stigma dilekatkan kepada keluarga Suratmi di awal-awal meninggalnya Siyono. Sebagian masyarakat dengan mudah mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang sampai saat ini tak terbukti.

#3TahunSiyono

Semoga Allah beri hidayah bagi para aparat

Senin, 04 Maret 2019

AQIDAH HARGA MATI

SEORANG imam masjid di London biasa naik bus untuk bepergian. Kadang-kadang ia membayar ongkosnya langsung pada sopir bus (bukan kondektur)

Suatu kali ia membayar ongkos bus, lalu segera duduk setelah menerima kembalian dari sopir.

Setelah dia hitung, ternyata uang kembalian dari sopir ada kelebihan 20 sen. Ada niatan sang imam untuk mengembalikan sisa kembaliannya itu karena memang bukan haknya. Namun terlintas pula dalam benaknya untuk tidak mengembalikannya, toh hanya uang receh yang tak begitu bernilai.

Umumnya orang juga tak ambil pusing dalam hal begini. Lagi pula, berapa sen pula yang didapat sang sopir karena sisa pembayaran penumpang yang tidak dikembalikan oleh kebanyakan sopir karena hanya receh, artinya sopir tidak rugi kalau ia tidak mengembalikan receh 20 sen itu.

Bus berhenti di halte pemberhentian sang imam. Tiba-tiba sang imam berhenti sejenak sebelum keluar dari bus, sembari menyerahkan uang 20 sen kepada sopir dan berkata, “Ini uang Anda, kembalian Anda ada kelebihan 20 sen yang bukan hak saya.” .

Sang sopir mengambilnya dengan tersenyum dan berkata, “Bukankah Anda imam baru di kota ini? Saya sudah lama berpikir untuk mendatangi masjid Anda demi mengenal lebih jauh tentang Islam, maka sengaja saya menguji Anda dengan kelebihan uang kembalian tersebut. Saya ingin tahu sikap Anda"

Saat sang imam turun dari bus, kedua lututnya terasa lemas dan hampir jatuh ke tanah, hingga ia berpegangan pada tiang yang dekat dengannya dan bersandar.

Pandangannya menatap ke langit dan berkata, “Ya Allah, hampir saja saya menjual Islam hanya dengan 20 sen saja.” (Kisah nyata dalam Kitab al-Brithani wa amaanatul Imam, Syaikh Ahmad Khalid al-Utaiby)
fb: Kajian Ustadz

Jumat, 01 Maret 2019

Heeiii lancang kali kau

HEI KAU, LANCANG SEKALI !

Oleh : Nasrudin Joha

_Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang._

_Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir...aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku."_ *[QS AL KAFIRUN]*

Kau ubah konstitusi, silahkan saja. Kau produksi UU dan merubahnya, terserah saja. Kau ubah UU ormas untuk mengkriminalisasi ajaran Islam khilafah, suka-suka kau lah. Tapi, kau berani ubah Al Qur'an ?

Berapa kau dibayar untuk mengubah istilah Al Qur'an ? Rendah sekali kau ? Sejak kapan predikat kafir disebut kekerasan teologis ? Sejak kapan ajaran Al Quran dituding intoleran ?

Hei kau, iya kau yang ngomong ngecapruk meminta tidak sebut kafir, dengan dalih apapun, mau tau apa itu kekerasan teologis ? Itu Disana, di Palestina kaum muslimin dibantai atas dasar sentimen teologis agama Yahudi. Pingin tahu lagi ? Itu, di rohingya, kaum muslimin menjadi korban kekerasan teologis dari teroris penganut Budha. Kau mau tau lagi, di India kaum muslimin dibantai ekstrimis Hindu, di Uighur kaum muslimin di bantai rezim komunis.

Kemana kau ? Mana fatwa kau ? Mana pernyataan kekerasan teologis ? Mana mana ? Banyak makan uang haram, mulut jadi moncong setan. Tidak lagi peduli halal haram, semua dihantam hanya untuk cari makan dari bangkai dunia.

Hei kau, mau tau intoleransi ? Itu, kaum muslimin dilarang berhijab, di Perancis. Disini, memakai cadar saja langsung dipecat dari dosen. Itu intoleransi menggunakan jalur kekerasan teologis. Yg tidak sepaham dituding intoleran, radikal, teroris. Puas ? Puas ? Puas ?

Hei kau, Para perusak ulama, perusak agama, perusak akidah umat, memang mau hidup didunia abadi ? Usia sudah bau tanah, wajah hitam nyaris tak ada aura iman dan nyaris tak ada cahaya wudhu, mau apa yang kau banggakan ? Umur yg kian merenta ? Pengikut yang kelak akan menuntutmu ? Jelek sekali makhluk seperti kau ini ?

Silahkan bikin fatwa sesukanya, kami akan Tetap taat pada Al Qur'an. Sebut saja, dengan sebutan sesukamu. Tapi kami, tetap akan tunduk pada Al Qur'an bahwa orang yang tidak mengimani keesaan Allah SWT, membuat sekutu-sekutu bagi Allah SWT, adalah kafir.

Ini tahun politik, kami akan kabarkan kepada umat Islam haram memilih pemimpin kafir, apapun alasannya. Kita lihat saja, apa yang akan terjadi, kami pasti akan konsisten taat kepada hukum Al Qur'an. [].
🏴🏳