Apa Yang Salah Denganku..?
Kala itu kau dan aku hampir saja dipertemukan dalam
segala keterbatasan dan perbedaan yang menyelimuti, aku dalam menghadapi
kenyataan itu begitu bersikap terbuka terhadap segala hal yang mungkin saja
terjadi bahkan sesuatu yang tak diharapkan akupun siap untuk menerimanya. Tepat
pukul tiga belas lewat sepuluh menit waktu Indonesia bagian tengah pertengahan
bulan april akhirnya kita dipertemukan disuatu lokasi tak jauh dari perbatasan
antar kedua kota akhirnya pertemuan itupun berlangsung cukup alot. Namun dalam
pertemuan yang tak direncanakan itu kau menjemputku dengan sikap yang tak
menunjukkan keramahan, padahal yang kuharap pada saat itu kita berjumpa ibarat
kaum Ansar dan Muhajirin dikala proses hijrahnya dari Makkah ke Madinah.
Namun yang terngiang dibenakku hingga hari ini
adalah betapa berbedanya kita dengan para pendahulu kita yang begitu teguh
dalam memperjuangkan islam rahmatan lil alamin keseantero pelosok negeri di alam semesta ini sekalipun jiwa raga
mereka menjadi taruhannya, sanggupkah kita mengikuti jejak mereka…? sedikit
mengurai kembali pertemuan kita kala itu, bahkan dalam jumpa itu dengan segala
kekuatan yang kau miliki ditambah dengan beberapa puluh personil berseragam
lengkap dengan alat pengamanannya yang seolah-olah aku adalah sesuatu yang
sangat membahayakan bagi negeri ini, pertanyaannya sekarang adalah adakah
kemungkaran yang pernah kuperbuat hingga mencederai harkat dan martabat bangsa ini…?
Jika sekiranya memang ada kemungkaran yang pernah
kuperbuat tolong ingatkan agar aku dapat berbenah diri sedini mungkin, namun
jika hal itu tak pernah kulakukan lantas alasan apa yang membuatmu begitu membenciku padahal aku
adalah bagian dari identitas kalian yang
pernah berjaya mengibarkan bendera kejayaan dibenua biru selama kurang lebih delapan abad berlalu tepatnya dibumi
Andalusia Spanyol (97 H-898 H/711 M-1492 M) dan penaklukan Konstantinopel (1453
M) sekarang kota Istanbul Turkey. Bendera kejayaan itu kukibarkan dibawah
naungan khilafah yang sampai hari ini belum bisa kau terima dengan hati terbuka
. Lalu bagaimana dengan Demos dan Kratein yang kalian anut dan pertahankan
hingga hari ini, masihkah memberikan seribu macam bukti dari janji palsu yang
diumbar diruang public dikala panasnya suhu perputaran politik berlangsung….?
Namun disaat suhunya mulai bersahabat masih ingatkah
mereka dengan janji yang mereka ucapkan ataukah kita yang terlena dengan zona
nyaman ditengah carut marutnya negeri ini…? kita adalah merupakan para korbannya, sadarkah kita tentang hal itu…?
Lantas apa yang menyebabkan sehingga hal itu bisa terjadi hingga berulang
kali…? jawabannya adalah kita kembali melirik sistem yang diterapkan negeri ini
masihkah menjamin stabilitas kehidupan berbangsa yang sampai hari ini masih
terlukai oleh oknum tertentu yang menjunjung tinggi faham, oleh rakyat dari
rakyat dan untuk rakyat, itukah yang
berlaku hari ini…? fakta yang terjadi oleh MEREKA dari MEREKA dan untuk
MEREKA relistis…!
Saudaraku yang seaqidah pastilah faham dan sepakat
bahwa Islam itu damai, toleransi dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan. Rasulullah SAW diawal dakwahnya berjuang memperkenalkan Islam pada masyarakat Makkah
dan Madinah selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, penuh dengan rintangan
dan tantangan bahkan bercucuran keringat darah hingga kita dapat merasakan
nikmatnya risalah yang dibawa oleh beliau sampai pada hari ini, sudah merasa
pantaskah kita mengingkari perjuangan beliau…? terakhir….Untuk membuktikan
bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin maka
mutlak hukumnya menerapkan sistem
Islam, Insha Allah janji Allah itu pasti dan sebagai orang yang mengimaninya
yaqin akan hal itu.
memetik buah dikebun tetangga itu tak dianjurkan
memetik buah dan menikmatinya dikebun sendiri itu
sangat dianjurkan, halal hukumnya bahkan bernilai ibadah jika berkahnya
diserahkan kepada Allah SWT.
By:
Agus Risman_42
Tidak ada komentar:
Posting Komentar