Blogger Widgets

Selasa, 19 Februari 2019

Ideologi tak bisa mati

Oleh : Ust. Felix Y. Siauw

Manusia bisa mati, tapi ide tidak bisa mati, manusia bisa jadi berubah tapi ide tidak pernah berubah. Karena itulah ide lebih bertahan lama ketimbang manusia

Kumpulan ide yang berasal dari cara pandang tertentu, dikenal dengan ideologi. Yakni keyakinan mendasar yang memancar darinya seperangkat aturan tentang hidup

Bagi mereka yang punya ideologi, hidup mereka terarah, begitu juga dengan matinya. Tiap-tiap sumberdaya yang mereka miliki akan mereka kerahkan untuk ideologinya

Dari sudut pandang yang khas itulah, kita mengenal hanya tiga ideologi di dunia, dua buatan manusia dan satu dari Tuhan, yaitu Kapitalisme, Komunisme, dan tentu Islam

Ketiga ideologi ini punya perspektif khas tentang kehidupan, dan juga punya seperangkat aturan untuk menyelesaikan tiap-tiap permasalahan dalam kehidupan manusia

Hebatnya ideologi, ia juga memberi arah pada siapapun yang mengembannya, memberi panduan-panduan, hingga jadikan pengembannya punya keunikan tertentu

Ideologi akan mengubah siapapun yang mengembannya, agar sejalan dengan dasarnya. Bukan manusia yang mengubah ideologi, ideologi yang mengubah manusia

Ideologi akan menyeragamkan siapapun yang mengembannya, sebab perbuatan menyesuaikan dengan pemikiran, dan dasar dari pemikiran adalah aqidah itu sendiri

Maka aqidah Islam berbeda dengan aqidah Kapitalis, berbeda pula dengan aqidah Komunis. Maka wajar pengembannya pun berbeda dalam perbuatan dan perkataan

Sebaliknya, walau secara KTP mengaku Muslim, tapi bila perbuatannya justru lebih kepada Kapitalis atau Komunis, maka sebenarnya itulah dasar berpikirnya

Maka jangan tertipu dengan orangnya, lihat ideologinya. Dengar perkataannya, perhatikan tingkah lakunya, maka kita akan tahu apa ideologi seseorang secara pasti

Bila dia Islam, pasti ingin selalu terikat dengan hukum Allah, bila Kapitalis, maka akan mengukur kebahagiaan dengan dunia, Komunis tak suka agama dan ulama misalnya

Dan ideologi tak pernah mati, hanya menunggu pengembannya, dan bila ia sudah diemban, dia akan bangkit lagi, dengan cara yang sama, dengan ruh yang sama

#HTIdiHati
#HTILanjutkanPerjuangan

Nyali takluk dengan ilmu

KISAH PREMAN TANJUNG PRIOK YG SANGAT DI TAKUTI, TAKLUK OLEH CAHAYA KEMULIAAN HABIB MUNDZIR 😭
ㅤㅤ
Dikisahkan oleh Habib Mundzir di suatu daerah Tanjung Priuk Jakarta Utara tempat yg sangat rawan dg kriminal, pernah ada seorang preman yg hobinya mabuk, sering menyiksa bahkan tak segan² membunuh orang. Ia adalah bos preman yg konon kebal & menguasai ilmu² kejahatan.

Suatu ketika ada pemuda sekitar wilayah tsb ingin mengadakan majelis, namun takut pd preman kejam itu. Lantas ia mengadu pd Habib Mundzir.

Habib mundzir mendatangi rumahnya, lalu mengucapkan salam, tapi ia tidak mnjwb. Ia hanya mendelik dg bengis sambil melihat Habib Mundzir dri atas kebawah, seraya berkata, “Mau apa kamu!” lalu Habib Mundzir mngulurkan tangan & kemudian Habib Mundzir mncium tangan si preman, seraya memandang wajah preman tsb dg lembut & penuh keramahan. Habib memulai pembicaraan dengan suara rendah & lembut, “Saya mau mewakili pemuda dsini, utk mohon restu dan izin pada Bpk, agar mereka diizinkan membuat Majlis di Musholla dekat sini. Mendengar ucapan Habib Munzir tiba² Ia terdiam ia roboh terduduk di kursinya & menunduk. Ia menutup kedua matanya

Saat ia mengangkat kepalanya Habib Mundzir tersentak, beliau mengira preman tsb akan menghardik & mengusir beliau, ternyata wajah preman tsb memerah & matanya sudah penuh dg airmata yang banyak. Ia tersedu sedu berkata“Seumur hidup saya belum pernah ada ustadz datang kerumah saya! Lalu kini, Pak Ustadz datang kerumah saya, mencium tangan saya? tangan ini belum pernah dicium siapapun!. Bahkan anak² sayapun jijik & tak pernah mencium tangan saya, semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya utk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya berbuat jahat. Lalu kini datang tamu minta izin pengajian pd saya. Saya ini bajingan? Knp minta izin pengajian suci pd bajingan seperti saya!.” lalu Ia menciumi tangan & kaki Habib Munzir sambil menangis, sejak saat itu ia bertobat, ia sholat, ia meninggalkan minuman keras & segala macam bentuk kriminal.

Mereka kira Habib Munzir adalah jagoan yg mngalahkan preman dg ilmu, padahal hanya kelembutan Nabi Muhammad ﷺ yg Habib Mundzir gunakan.

Siapa di balik gerakan massif HTI?

Hati-hati, kita tidak tau siapa itu yang ada di belakang HTI !

_Oleh : Aa Imam_

Btw sebelum saya mulai, curcol dikit bahwa setelah prof. Yusril Ihza melakukan konpers yang menegaskan bahwa HTI bukan organisasi terlarang, dan akan mensomasi sesiapa yang menyebut itu, maka sy merasa lebih lega lagi menulis tentang ormas 'hantu' ini, HTI.

Siapa di belakang HTI? Pertanyaan ini masih terbersit (dan sangat lumrah) di kalangan yang masih belum mengenal apa dan siapa itu HTI. Mungkin yang bertanya masih sebatas melihat HTI adalah kelompok yang rajin turun ke jalan, lalu pertanyaannya, 'siapa ya yang bayar ?'. Ini menarik, membongkar siapa wayang, siapa dalang...

Sebelum menjawab itu, karena HTI ada di wilayah perang pemikiran, maka yang perlu kita bahas adalah peta peperangan pemikiran, yang biasanya peta inipun tidak terlepas dengan peta peperangan di darat.

Peta politik dunia adalah tentang peta perang pemikiran. Kita harus bisa identifikasi siapa sih pemain politik di perang pemikiran, barulah kita bisa menuding bahwa pemain itulah yang berada di belakang permainan yang ia bikin. Visualisasi yang sederhana, kalau papan catur adalah medan perangnya, maka pemain caturnya adalah aktor politik di papan catur itu. Kalau kita mau menuding siapa yang dibelakang HTI, maka kita harus bisa mendefinisikan siapa aktor politiknya. Kalau tidak bisa menuding, kalau cuma bisa bilang "takutnya hti tidak sadar sedang digerakkan oleh kekuatan yang kita tidak tau siapa", berarti itu hanya khayalan saja, yang menuding HTI hanya proxy tak berotak yang sedang dimanfaatkan otak yang lain. Ini adalah tuduhan yang tak berdasar, dan hanya prasangka belaka, tanpa ilmu, dasarnya hanya karena "takutnya begini dan begitu". But again, ini lumrah, krn belum kenal HTI tho ?

Kita lagi bicara level dunia ya, bukan level negara, ataupun pilpres. Maka pemain politik dunia adalah mereka2 yang memiliki kemampuan kepemimpinan berpikir bagi umat dunia. Pemain politik dunia adalah mereka yang berusaha menguasai dunia, membuat world order, atau memastikan bahwa dunia ada di bawah aturan si pemain itu. Para pemain politik level dunia ini akan senang jika dunia ada di bawah cengkraman dan kekuasaan mereka. Mereka ini #bukanlah presiden suatu negara yang sudah mapan, namun mereka ada di balik presiden suatu negara. Mereka memikirkan sistem hukum yang dianut suatu negara, agar warga negara tunduk sama sistem yang rancangnya.

Si pemain bukanlah proxy, bukan juga partai politik pragmatis, tapi dia entitas ideologis. Untuk menjadi pemain, suatu entitas harus mempunyai konsep ideologi yang diemban, yang akan pemain itu sebarkan ke seluruh dunia. Kenapa Ideologi? kenapa bukan senjata ? Karena Ideologi adalah pemikiran mendasar yang melahirkan peraturan, aturan yang lahir itulah yang akan menjadi senjata yang akan memberikan pengaruh kepada kehidupan manusia. Ini lebih efektif dan berpengaruh daripada penguasaan senjata. Karena ideologi bersemayam di otak manusia, menjadi believe dan perbuatan manusia yang diaturnya. Pemain inilah yang akan bisa memainkan proxy, bukan sebaliknya. Kalau dia bisa dijadikan proxy, pastilah dia bukan pemain. Masak bidak memainkan pemain catur ?

Singkat cerita, HT adalah pengemban ideologi Islam, yang belum ada satu negarapun yang ketika tulisan ini ditulis, menerapkan ideologi Islam sebagaimana diperjuangkan oleh HT. HT sedang dalam perjalanan menuju kepada diterimanya konsep ideologi dan sistem pada suatu negara, maka yang dilakukannya adalah menyebarkan pemikirannya, menginstal ideologi (pemikiran mendasar yg melahirkan peraturan) kepada sebanyak2nya kepala di setiap negara, sehingga tercapai suatu titik di mana masyarakat suatu negara mengadopsi pemikiran HT, dan menjadikan tujuan-tujuan HT sebagai tujuan masyarakat itu sendiri. Titik di mana dukungan terhadap HT untuk menerapkan sistem Islam diterima di suatu negara, dengan dukungan masyarakat sebagai legitimasinya.

Dilihat dari perilakunya, HT bukanlah berada di atas agenda orang lain, tapi ia berada di atas agendanya sendiri. maka masuklah HT kepada entitas Ideologis, dia mengemban pemikiran, dan memperluas pengaruhnya. lengkap dengan pemikiran dan metoda-metoda yang bisa dilakukan oleh orang yang menerima ideologi itu. Bukan hanya dilevel filosofi, tapi hingga pemikiran (visi) dan metode (misi) yang sangat jelas, Menyatu visi dan misinya, kepada tujuan yang khas.

Contoh aktor politik ideologis di awal abad 20 adalah Vladimir lenin (ideologi komunis), dan Mustafa kemal attaturk (ideologi sekuler). dua tokoh itu mengemban, mengajarkan, dan menyebarkan pemikiran ideologisnya, mengirimkan utusan, membuat entitas politik, hingga masyarakat mengadopsi pemikiran mereka, dan dukungan militerpun mereka dapatkan, hingga akhirnya Lenin berhasil menjadi presiden Unisoviet dengan ideologi komunisnya, dan Mustafa Kemal berhasil menjadi presiden Turki dengan ideologi sekular yang menggantikan sistem khilafah di turki utsmani itu.

Sedang contoh aktor politik ideologis di zaman Rasulullah, adalah rasulullah itu sendiri, Ia yang menyebarkan pemikiran Islam, ia mengirim utusan dan membangun kutlah (kelompok) politik, ia yang menerapkan dan menjalankan hukum Islam, ketika masyarakat dan militer madinah telah mendukungnya dengan menerima Islam di wilayah madinah itu, yang mana setelah itu tersebarlah islam ke seluruh dunia, diikuti oleh perluasan wilayahnya. Di sinilah posisi HT hari ini di dunia, HT sedang mencari wilayah serupa madinah, yang akan menerima akidah dan hukum yang diemban oleh HT, dan memulai penyebaran pemikirannya ke seluruh dunia, dimulai dari negara pertama yang menerimanya, diikuti dengan perluasan wilayahnya.

Jadi setelah ini, jika terbersit pertanyaan, "siapa sih dibalik HT, kenapa perilaku HT memecah belah bangsa, membuat indonesia hari ini terpolar menjadi 2 kutub, islamis dan anti islamis?" maka anda sudah tau jawabannya. Bukanlah HT sedang dimanfaatkan oleh barat untuk memecah belah bangsa, tapi HT sedang berada di AGENDANYA sendiri untuk memasukkan pemikirannya kepada masyarakat, hingga masyarakat mau mengadopsi pemikiran dan tujuan-tujuannya. Namun sebaliknya, yang sedang berusaha memecah-belah umat adalah lawan politiknya HT, yaitu kaum sekuler, yang menjadi proxy / antek-antek barat yang ada di luar sana, yang mana antek2 itu berkepentingan agar masyarakat Indonesia tetap terbelah, namun terbelah dalam keadaan tunduk pada aturan mereka, yaitu hukum sekuler. Dengan dipakainya hukum sekuler oleh indonesia, maka penjajahan terhadap di Indonesia dapat terus mereka lancarkan, mereka bisa menjadikan sekularisme* sebagai aqidah bangsa ini, dan menjarah SDA Indonesia di saat yang sama.
*sekularisme= ajaran yg memisahkan agama dari kehidupan

Untuk melawan itu, tidak heran jika dengan sendirinya akan terpolar di satu kubu yang berada di bawah pengaruh HT, yaitu grup islamis yang hari ini sering turun ke jalanan, mereka yang sedang dibentuk pemikirannya oleh HT agar menjadi masyarakat yang tidak hanya terikat aqidah yang sama, tapi juga terikat pada tujuan yang sama yaitu mewujudkan diterapkannya syariah dalam negara islam bernama khilafah. Sedangkan satu kubu disebrangnya adalah kubu yang merupakan antek penjajah, yaitu liberal yang berkedok nasionalis religius, yang dikubu itu sibuk mempertahankan bagaimana caranya agar hukum sekuler tetap diterapkan di Indonesia, sekalipun antek2 itu seorang muslim. Itulah yang menjadi bukti bahwa kubu anti Islam adalah hanya proxy dari kekuatan politik yang ada di balik mereka. Mereka dengan sadar atau tidak sadar sedang bertindak tanduk demi kepentingan tuan mereka, yang ada di belakang mereka.

Bedanya, kalau HT menggerakkan manusia dengan dorongan aqidah dan keta'atan, namun kalau sekuleris barat, menggerakkan manusia dengan dorongan materi, dan tipuan dunia lainnya..

Kalau penulis siapa? yah.. bolehlah anda bilang, saya ini termasuk yang sudah menerima pengaruh dari HT, sy menyebarkan ideologi dan menyampaikan pemikiran HT, dan merasa senang jika ada yang mau menerima dan menyebarkan kembali apa yang sy emban ini. Apakah sya dimanfaatkan oleh HT? tak masalah, yg saya tahu, ideologi Islamlah satu-satunya ideologi yang menggerakkan saya untuk makin dekat kepada pencipta saya, Allah SWT. Sedangkan ideologi lain, akan menjauhkan saya dari Allah SWT. Dengan ideologi sekular, apalagi komunis, orang akan dipolitisir untuk menjauhkan agama dari kehidupan, tidak seperti yang diajarkan oleh HT, di sini, sy diajarkan untuk mengaitkan semua perbuatan saya dengan hukum syara'. Makin saya berupaya untuk ta'at, makin tenteram hati saya.

Jadi bolehlah dikatakan, yang ada di belakang HT adalah Allah dan Rosulnya, yang diemban oleh HT adalah ideologi Islam, yang  menjadi kepentingan HT adalah "melanjutkan kehidupan Islam", memasukkan sebanyak-banyaknya manusia ke bawah keta'atan kepada Allah SWT, dan menuai limpahan keberkahan Allah ke atas bumi berupa maslahat bagi umat manusia.

Allah a'lam

aturan pakai : baca bismillah sebelum share... :)

Siapa Cinta Pertama Nabi Muhammad SAW

Cinta pertama Nabi Muhammad bukanlah Siti Khadijah. Melainkan seorang gadis asal suku Quraisy bernam Fakhitah. Siapakah gadis itu?

Waktu itu paman sekaligus pelindung nabi paling gigih, Abu Thalib, memiliki tiga orang putra dan beberapa orang putri. Beberapa ada yang sebaya dan menjadi teman sepermainan nabi seperti anak tetua Abu Thalib yang bernama Thalib, Aqil yang berusia  empat belas tahun dan Ja’far yang lebih muda.  Nabi senang bermain bersama mereka, ditambah mereka juga pribadi-pribadi yang cerdas.

Di antara anak-anak Abu Thalib ini ada salah satu yang menarik perhatian nabi.  Ia adalah  putri keempat Abu Thalib yang bernama Fakhitah ibn Abu Thalib atau yang kerap dipanggil dengan Ummu Hani’. Perasaan cinta pun tumbuh di antara mereka berdua.

Muhammad muda pun menemui pamannya itu. Beliau pun yakin bahwa perasaan cinta ini bukan main-main belaka. Beliau pun ingin meyakinkan Abu Thalib untuk segera menikahkan mereka berdua.  Lagi pula, keduanya juga telah mencapai usia nikah. Namun, Abu Thalib sudah punya rencana lain.

Jika saja waktu itu Muhammad datang lebih cepat menemui Abu Thalib, bisa jadi ceritanya akan lain. Ternyata, sebelum Muhammad datang menemui pamannya itu, Ummu Hani’ telah dilamar oleh seseorang.  Pria itu juga memiliki kemampuan yang istimewa di mata Abu Thalib dan tampak mencintai putri kesayangannya tersebut.

Pria itu bernama Hubayroh, putra saudara ibu Abu Thalib yang berasal dari Bani Makhzum. Ia sendiri juga bukan sekadar pria yang kaya, tapi juga berilmu, bijak dan juga seorang penyair berbakat, sama seperti halnya Abu Thalib sendiri. Ditambah, kekuasaan bani Makhzum di Mekah demikian meningkat seiring dengan kian merosotnya kekuasan Bani Hasyim.

“Pamanku,” kata nabi,”mengapa kau tidak menikahkannya padaku?” tanyanya, lembut.

Tatkala keponakannya itu kembali mendekati, Abu Thalib hanya tersenyum dan menjawabnya,”Mereka telah menyerahkan putri mereka untuk kita nikahi.”

Perkataan itu merujuk pada ibunda nabi sendiri, Aminah ibn Wahab, yang juga merupakan gadis dari suku yang sama dengan Hubayroh.

“Maka, seseorang pria yang baik haruslah membalas kebaikan yang sama dengan apa yang telah mereka berikan pada kita,” tambah Abu Thalib.

Akhirnya, kepada pria tersebut Umm Hani’ dinikahkan.  Dan nabi menerima dengan lapang menerimanya. Beliau sadar bahwa Ummu  Hani’ memang bukan ditakdirkan oleh Allah untuk bersanding bersama dirinya. Bahkan, nabi berdoa untuk kebahagiaan mereka berdua.

Kelak, beliau akan menemukan perempuan tangguh yang sangat ia cintai. Sebuah cinta sejati. Dan cinta sejati itu bernama Khadijah. []

Umm Hani’ adalah sosok penting dalam sejarah Islam. Dari rumahnya, di bawah atap yang menjadi langit keluarganya, sebuah kemukjizatan pernah terjadi. Kediamannya yang penuh berkah menjadi saksi peristiwa Isra Mi’raj. Nabi Muhammad ﷺ datang ke rumah Umm Hani’, melakukan shalat malam lalu tidur di sana. Malam itu, rumah Ummu Hani’ dikunjungi malaikat paling mulia, Jibril ‘alaihissalam, untuk menjemput Nabi Muhammad ﷺ. Dari sanalah peristiwa Isra Mi’raj bermula. Perjalanan satu malam menuju Jerusalem dan Sidratul Muntaha dimulai. Saat fajar tiba, Nabi pun  kembali ke tempat yang sama. Kemudian Nabi ﷺ mengabarkan Ummu Hani’ tetang perjalanannya. Ia pun mengimani sabdanya.

Sumber : Buku "Muhammad: His Life Based on The earliest Sources"  diterjemahan oleh Qomaruddin SF Muhammad (2013) dan Muhammad ibn Saad dalam  Kitab al-Tabaqat al-Kabir, vol. 8. Translated by Bewley, A. (1995), The Women of Madina.

HTI Membela Indonesia

Adakah yang Lebih Elegan Membela Indonesia Selain HTI ?

OLEH: Hasyim Bisri (Direktur Centra Politica)

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdasar spektrum penulis, adalah organisasi ‘aneh’. Didiamkan malah agresif. Semakin dicegah malah membesar. Semakin dicaci malah semakin dirindu. Semakin difitnah malah semakin bersinar. Semakin dipressure malah semakin semakin kuat. Semakin dipersempit ruang geraknya justru semakin tangkas. Semakin dimonitor ketat malah opini idenya makin meluas. Dibentur-benturkan dengan NU, malah banyak internal NU yang membela. Ini ajaib.

Jelas, HTI secara sistematis sedang mengintensifkan proses menjelaskan dan memahamkan sistem Islam kepada segenap komponen masyarakat, terutama para tokoh, ulama dan seluruh elemennya. Dalam satu kesempatan saat ada demo HTI –seingat penulis- menolak kenaikan harga BBM, penulis ingin memuaskan naluri kepo in the point mendekat dan mengajak obrol santai dengan salah satu aktivis muda, katakanlah sebagai test case-lah apakah ini masa bayaran or not. Ketemu dengan aktivis mudanya perkiraan seumuran anak seusia SMA, dibalik (maaf) face-nya yang culun, anak kemarin sore banget. 

Dalam sebuah diskusi ringan, dan yang sangat berkesan bagi penulis dia berujar “Perubahan rezim saja tidak cukup Pak, tetapi harus disertai perubahan sistem. Sistem ideologi kapitalisme dengan sistem politik demokrasi dan sistem ekonominya telah sama-sama kita lihat dan rasakan kegagalannya dan penuh kebobrokan. Saatnya kita ganti dengan sistem Islam yang berasal Allah yang Mahaadil dan Bijaksana”. So what? Kalimat yang teratur dan politis mengucur luwes dari lidah anak yang seharusnya masih sukak galau ini. Mantap.

Menarik dan penulis excited dengan gaya HTI yang tampilan para aktivisnya slow, tapi kalau sudah ngomong politik argumentasinya sulit dipatahkan. Ibarat kita akan membangun bangunan baru, HTI pantas menggantikan bangunan lama yang sudah berkarat, maka desain bangunan baru itu harus dirancang dan digambarkan.

Begitu pula mewujudkan perubahan, maka sistemnya harus digambarkan desainnya. Ini sangat penting, karena tanpa gambar desain itu bisa jadi akan salah bangun dan tak akan terwujud bangunan yang diidamkan.

Hingga sekarang, penulis mengamati bahwa HTI berupaya mati-matian menggambarkan kepada masyarakat tentang desain sistem Islam itu baik Sistem Pemerintahannya, Struktur Pemerintahan dan Admistrasi, Sistem Ekonomi Islam, Sistem Pergaulan Islam, Keuangan di Negara Khilafah, Sistem Pidana dan Sanksi, Hukum-hukum Pembuktian, dsb, sehingga siap pakai dan siap bangun melalui berbagai media-media dakwahnya. Para aktivisnya cukup smart dalam publikasi berbagai tulisan di berbagai sosmed untuk sosialisasi ide-idenya.

Memang, demokrasi liberal dan demokrasi multi partai di Indonesia memberi kebebasan bersuara sebenar dan sesesat apapun. Setelah menelaah bahwa makin kesini, slogan sistem demokrasi sebagai pilar pembangunan politik dan kemajuan ekonomi bagi Indonesia sangat mudah dipatahkan oleh berbagai argumentasi HTI baik secara face to face maupun lewat tulisan.

Dan fakta unik, dalam diamnya ternyata masyarakat tak lagi sungkan mengharapkan bangkitnya Islam politik, dan jelas didalamnya ada kiprah yang sentral dari HTI dalam keberhasilannya mentransfer konsepnya yang original kepada khalayak.

Berdasarkan Survey SETARA Institute yang diumumkan pada 29 November 2010, respon yang mengingingkan syariah Islam dijadikan sebagai dasar negara (35,3%) dan penegakan Khilafah (34,6 %) cukup besar. Meskipun yang menolak syariah  menjadi dasar negara lebih besar (50,2% ), demikian pula yang menolak Khilafah lebih besar (49,2%) . Angka-angka yang cukup tinggi ini sejalan dengan berbagai hasil survey dari lembaga-lembaga lain yang menunjukkan ada keinginan besar dari masyarakat untuk menegakkan syariah Islam.

Secara fantastis, survey SEM Institute (2014) menyebut angka 72 % masyarakat Muslim Indonesia menginginkan syariat Islam sebagai sistem negara. Perkembangan bangkitnya Islam politik yang terus meningkat membuktikan bahwa media-media mainstream tidak mampu membalikkan dan membelokkan pikiran masyarakat. Ternyata masyarakat muslim sedang menyimpan ‘sesuatu’ keinginan yang ditahan-tahan. Membendung HTI jelas sia-sia, malah bisa jadi blunder bagi negeri ini.

Dalam perspektif warna-warni kondisi, hampir semua dari kita harus bekerja keras untuk mendapatkan sebungkus makanan, sementara para politisi memakan gaji dan tunjangan yang fantastik. Banyak orang menderita kelaparan di negeri yang memiliki sumber daya luar biasa ini. Dan pada saat yang sama, mungkin sebagian dari Anda tidak dapat tidur tenang dengan setumpuk masalah ekonomi.

Lebih buruk lagi, kita dipaksa membayar beban pajak untuk kepentingan para politisi yang malah membangkang untuk membayar pajak! Setiap hari Anda melihat komisi baru dibentuk menghambur-hamburkan uang rakyat dengan dalih memerangi korupsi, untuk bisa menyentuh dasar skandal Panama Papers, menjamin pemilu yang bersih, dan lain sebagainya, bla..bla..bla..

Secara reality dan baper juga, kita sudah lelah dengan problem-problem itu. Telinga kita sudah tertutup hampir meledak mendengar kebohongan para politisi. Mata kita telah lelah menyaksikan darah yang tertumpah demi kepentingan para politisi itu. Adalah jelas bahwa kita memerlukan jalan keluar secara radikal dan komprehensif. Sudah jelas bahwa Anda memerlukan konstitusi baru yang memberikan panduan yang benar untuk menyelesaikan krisis-krisis itu. Di tataran praktis demokrasi memang selalu deadlock.

Tentu saja kita memerlukan pemerintahan yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan semua orang dari pada pemerintahan yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan sekelompok kecil kaum elit. Dan lebih penting lagi, kita perlu mengadopsi ideologi yang smart untuk merealisasi kehidupan yang jauh dari pragmatisme dan modernisme yang dipaksakan oleh asing kepada kita. Bisa jadi HTI sudah tahu kunci jawaban lengkapnya untuk kita contek segera!

Adakah yang Lebih Elegan Membela Indonesia Selain HTI ?"

Tipe2 pengemban ide

Tiga Tipe Penyebar Ide: Karena Aktivis Dakwah Tidak Harus "Pintar"
.
.
Dalam bukunya Tipping Point, Malcolm Gladwell menjelaskan ada 3 tipe penyebar ide:
.
1. Tipe Connector. Dia adalah orang yang punya jaringan, banyak teman, terhubung dengan sejumlah besar orang di satu atau lebih komunitas. Dia orang yg senang berteman.
.
2. Tipe Maven. Orang pintar, berilmu, gudang informasi. Pandai menjelaskan.
.
3. Tipe salesman. Ini ujung tombak marketing.
Pintar persuasi. Jago negosiasi. Pandai mengajak orang. Tipe perayu sejati.
.
Dalam penyebaran ide, ketiga tipe ini tidak bekerja sendiri2. Mereka saling melengkapi. Mari kita lihat dalam konteks dakwah kekinian.
.
Orang2 connector banyak teman, tapi mungkin tidak pandai mengajak. Maka ia minta orang salesman membantu dia.
.
Salesman yg mungkin teman2nya tidak banyak, dihubungkan oleh connector ke teman2nya. Bekerjalah si salesman ini, mengontak! Ia mempersuasi, menjelaskan ttg islam dan dakwah.
.
Mungkin tidak sepintar orang maven, tapi yg penting membangun ikatan, dialog, dan "kepenasaran". Dan yang penting, sang salesman ini mengajak. "Ayo ke kajian, ayo ke dauroh. Saya mungkin tidak terlalu pintar menjelaskan ini, tapi nanti di kajian ada ustadz yang bisa menjelaskan."
.
Dibawalah si kontakan ke majelis sang ustadz. Dialah tipe maven. Dia mungkin tidak punya jaringan yg luas, mungkin tidak pintar mengajak, tapi dia gudang tsaqofah. Dia mampu jelaskan islam secara ilmiah hingga si kontakan ini pun tercerahkan.
.
Begitulah dakwah bekerja. Apakah semua nya harus jadi maven? Tentu tidak kan.. .
By: Reza Ageung
.
#dakwah #pejuangkhilafah #aktivis #hijab #muslim #niqab #hijrah #duniajilbab #hijrah

ISLAM ITU FULL OF SISTEM


_______________________________
Oleh : Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum.

Saya mencoba mengkritisi pernyataan Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD yang  menegaskan bahwa Islam sebenarnya tidak mengenal khilafah sebagai sistem bernegara. Hal itu disampaikannya dalam rangkaian acara Jelajah Nusantara 2019 bertemakan 'Merawat Moderasi Agama' saat singgah di Stasiun Cirebon, Jawa Barat. Benarkah begitu reasoning dan realitas sejarah peradaban Islam?

Menciptakan negara tetapi tidak menciptakan SISTEM? Rasulullah mendirikan negara Madinah tanpa sistem?
Tidak ada sistem pemerintahan? Bukankah Nabi juga kepala negara? Apakah Madinah itu sekelas RT?

Tidak ada sistem diplomasi negara lain? Apakah tdk melihat sejarah bagaimana nabi mengirim utusan ke Rum, ke Persia dll?

Tidak ada sistem perekonomian? Apakah pengelolaan zakat itu bukan sistem perekonomian?

Tidak ada sistem hukum? Apakah nabi menghukum warganya semena-mena? Tanpa sistem? Tanpa prosedur? Bgm orang berperkara? Apa itu saksi? Bagaimana menjatuhkan sanksi tidak diatur?

Semunya sudah ada bukan? Apakah itu bukan sistem? Tanpa keteraturan? Benar memang pada saat Nabi tidak ada khalifah karena Nabi sendiri yang memimpin negara. Namun, setelah nabi wafat, sistem pemerintahan baru mesti diadakan. Tidak menganut sistem demokrasi, otokrasi, kerajaan atau yang lain melainkan sistem yang kemudian bisa diindentifikasi sebagai SISTEM KHILAFAH. Sebuah sistem berpemerintahan yang memiliki karakteristik tersendiri dan itu berjalan mulai dari khulafaur rasyidin hingga berakhir kekhalifahan Islam Utsmani pada tanggal 3 Maret 1924.

Masa kekhalifahan Islam membentang dlm kurun waktu sekitar 1300 tahun. Apakah mungkin sebuah ajaran berpemerintahan bisa bertahan hingga ratusan tahun bila tidak didukung dengan SISTEM yang mapan? Baiklah, sistem itu tentu memiliki hal inti atau CORE OF THE CORE ada pula bagian kulit, cabang dan ranting. Itu tidak masalah. Variasi pelaksanaannya bisa jadi berbeda antara kurun waktu yang ada. Namun, satu hal yang mendasar yakni, dipakainya HUKUM ALLOH sebagai HUKUM UTAMA dalam menjalankan kehidupan bernegara, bukan hukum-hukum bentukan manusia sendiri yang menjauh dari hukum Alloh.

Sama dengan sistem pemerintahan yang bernama DEMOKRASI yang kita anut sekarang bukan? Pernah kita pakai demokrasi terpimpin, presidensiil, parlementer, Pancasila, demokrasi liberal seperti sekarang ini.  Hukum yang dipakai sistem demokrasi adalah hukum ciptaan manusia sendiri yang seringkali meminggirkan hukum Alloh bahkan untuk hal-hal yang sifatnya mendasar.

Dalam negara demokrasi cenderung mengikuti pola sekular sekalipun negera itu MENDEKLARASIKAN SEBAGAI NEGARA HUKUM YANG BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.  Bahkan mengikuti pola pembentukan hukum yang oleh Thomas Aquinas sendiri katakan pun dicurigai sebagai gerakan RADIKAL. Padahal, Thomas Aquinas menyatakan bahwa Human Law itu harus bersumber pada Devine Law (Kitab-kitab Suci) dan Natural Law (Moral dan Ethic). Jadi seharusnya KITAB SUCI itu DI ATAS KONSTITUSI. Dengan perkataan lain Konstitusi tidak boleh bertentangan dengan Kitab Suci. Itulah nalar berpikir yang lurus. Pertanyaannya adalah: Kita mau mengikuti yang mana dalam MENEGARA ini? Mau mengikuti jalan Tuhan yang sudah dijamin KEBENARANNYA, atau kita ikuti jalan manusia yang patut "DIRAGUKAN" kebenarannya karena dipenuhuli oleh kepentingan nafsunya?

Sistem, Islam diturunkan oleh Alloh sebagai agama yang paling sempurna, lengkap pengaturannya mulai dari kehidupan pribadi hingga kehidupan negara. Mulai dari kepentingan privat hingga kepentingan publik negara, bahkan semua diarahkan untuk VISI AKHIR KEHIDUPAN yakni KAMPUNG AKHERAT. Dan semua itu sudah dan akan diatur melalui sistem pemerintahan untuk menjamin ketercapaiannya. Sejarah membuktikan adanya sistem itu, tidak lain adalah SISTEM KHILAFAH. Terlepas dari setuju dan tidak setujunya kita terhadap sistem itu, pantaskah sebagai umat Islam kita mengingkari REALITAS SEJARAH nyata di bumi Alloh ini?

Masih ragu, Islam tidak memiliki SISTEM PEMERINTAHAN? Mari kita periksa detak jantung kita, masihkah berdetak dan yakinkan bahwa detak itu diatur pula oleh Alloh dengan segala sistem metabolisme yang melibatkan jutaan hingga milyaran sel pendukung sistem?

Tabik #SalamAkalSehat